Pada Sabtu tanggal 9 Shafar 1429 H / 16 Pebruari 2008, setelah shalat subuh berjamaah di Mesjid Darussalam Bumi Asri Sukarupa (BAS) Bandung, disampaikan ceramah oleh Bapak Drs. H. Hajar Sanusi M.Ag yang secara rutin setiap  hari Sabtu membahas mengenai Hadist, yang telah dibacakan oleh salah seorang jemaah (Bapak H. Ade atau Bapak H. Awan) pada hari selasa subuh sebelumnya.

Materi kajian hadist membahas mengenai orang munafik

Berikut ini beberapa pointers/ hal-hal yang dapat kami sampaikan sebagai berikut:

1.            Rasulullah SAW bersabda :

“Tanda orang munafik ada 3: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)

2.            Salah satu ciri orang munifik yang akan dibahas yaitu mengenai ingkar janji.

3.       Di Indonesia setiap orang yang diangkat untuk menjadi pejabat pemerintah, sebelumnya diharuskan mengucapkan janji / sumpah berdasarkan keyakinan agamanya.

4.          Khusus untuk yang beragama Islam diwajibkan berjanji atas nama Allah, dan tidak diperbolehkan orang Islam berjanji atas nama selain Allah.

5.      Apabila seseorang melanggar janji, maka dia harus membayar kafarat yang pilihannya diurut dari tingkat ringan sampai berat, yaitu sebagai berikut :

a.             Memberi makan kepada 10 orang fakir/miskin, atau

b.            Memberi pakaian kepada 10 orang fakir / miskin, atau

c.             Memerdekakan budak, atau

d.            Berpuasa selama 3 hari.

6.            Dalam pelaksanaannya ada perbedaan antara satu madzhab dengan madzhab lainnya seperti :

a.             Memberi makan kepada 10 orang fakir/miskin.

Menurut Imam Maliki dan Syafii :

·        Harus pada hari itu juga diberikan kepada fakir miskin.

Menurut Imam Hanafi :

·        Boleh dicicil diberikan kepada fakir miskin (tidak perlu langsung hari itu semuanya).

b.            Memberi pakaian kepada 10 orang fakir / miskin

Menurut Imam Maliki dan Syafii :

·        Boleh hanya sebagian pakaian untuk melaksanakan shalat.

Menurut Imam Hanafi :

·        Harus lengkap pakaiannya untuk melaksanakan shalat

c.             Berpuasa selama 3 hari

Menurut Imam Maliki dan Syafii :

·        Puasanya harus berurutan, tidak boleh diselang-seling.

Menurut Imam Hanafi :

·        Puasanya boleh diselang-seling/ tidak harus berurutan

7.        Demikian apa yang dapat saya rangkum dari kajian yang disampaikan oleh ustadz kita, Bapak. Drs. H. Hajar sanusi M.Ag. dan Insya Allah kajian hadist selanjutnya akan disampaikan pada hari sabtu subuh yang akan datang.

About these ads