Pada hari kamis tanggal 28 Shafar 1429 H / 6 Maret 2008, seperti biasa setelah shalat subuh berjamaah di Mesjid Darussalam Bumi Asri Sukarupa (BAS) Bandung, disampaikan kultum oleh Bapak H. Awan Darmawan yang menyampaikan materi “Teman yang Abadi”.

Berikut ini beberapa pointers/ hal-hal yang dapat kami sampaikan sebagai berikut:

1.            Allah berfirman dalam surat Al-kahfi ayat 103 s/d 104, yang artinya :

103.    Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

104.   Yaitu orang-orang yang Telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

2.           Contoh Orang yang rugi yaitu orang yang merasa dirinya benar padahal sebenarnya keliru, ia tidak tahu kalau dirinya sebenarnya tidak tahu. Olehkarena itu kita harus selalu menimba ilmu agar tidak termasuk golongan orang yang tidak tahu kalau dirinya tidak tahu.

3.            Banyak orang yang acuh tak acuh terhadap kematian, padahal inilah satu-satunya kepastian yang akan dialami oleh manusia.

4.            Apa yang akan kita alami setelah kita mati ?.

5.            Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a pernah meriwayatkan bahwa : begitu seseorang meninggal dunia, ketika jenazahnya masih terbujur, diadakanlah ”upacara perpisahan” di alam ruh.

6.            Pertama-tama ruh mayit dihadapkan kepada seluruh kekayaan yang dia miliki. Kemudian terjadi dialog antar keduanya.

Mayit itu berkata : ” Dahulu aku bekerja keras untuk mengumpulkan kamu, sehingga aku lali dan lupa untuk mengabdi kepada Allah, sehingga aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang, apa yang akan kamu berikan sebagai bekal dalam perjalananku ini”.

Harta kekayaan itu pun berkata : ” Ambillah dariku hanya untuk kain kafanmu”. Jadi hanya kain kafanlah yang dapat dibawa untuk bekal perjalanan selanjutnya.

7.            Sesudah itu si mayit dihadapkan kepada seluruh keluarganya (anak-anaknya, suami atau istri), lalu si Mayit berkata : ” Dahulu aku mencintai kalian, menjaga dan merawat kalian dengan sepenuh hatiku. Begitu susah payah aku mengurus kalian, sampai aku lupa mengurus diriku sendiri. Sekarang apa yang kalian mau bekalkan kepadaku pada perjalanan menuju Allah ini ?”.

Keluarganya menjawab : ” Kami antarkan kamu sampai ke kuburan”.

8.            Setelah itu si Mayit akan dijemput oleh makhluk jelmaan amalnya. Kalau selama hidup ia banyak beramal saleh, maka ia akan dijemput oleh mahluk yang berwajah ceria dengan memancarkan cahaya dan aroma semerbak, yang jika dipandang akan menimbulkan kenikmatan yang tiada taranya. Sebaliknya, bila waktu hidup sering membangkang pada perintah Allah dan Rasul-Nya, maka si Mayit akan dijemput oleh Mahluk yang menakutkan, dengan bau yang teramat busuk. Mahluk jelmaan itu lalu mengajak si mayit pergi. Bertanyalah si Mayit : ”Siapakah anda sebenarnya ?. Saya tidak kenal Anda”. Mahluk itu kemudian menjawab : ” Aku jelmaan amal kamu sewaktu hidup dan aku akan selalu menemanimu dalam menempuh perjalanan panjang menuju Allah.

9.            Jadi teman yang abadi adalah amal perbuatan yang kita lakukan ketika hidup yang sebenarnya kita pilih sendiri apakah amal saleh atau bukan.

(Sumber :  Sentuhan Kalbu melalui Kultum oleh Ir. Permadi Alibasyah).